Banjir Distro di Yogyakarta

Kamis, 25 Februari 2010


Menjamurnya Distro akhir-akhir ini di KotaYogyakarta ini sudah menjadi salah satu bukti otentik bahwa kota kita tercinta ini menjadi sasaran selanjutnya dari program “Kota Mode” setelah Bandung,Jakarta,Tangerang dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.Bisa dilihat,selain banyaknya distro yang ada hampir di setiap sudut kota ini, juga intensitas pameran atau Exhibition Room yang semakin sering di adakan di tempat-tempat penting di Yogyakarta seperti Jogja Expo Center(JEC) dan GOR UNY.Event-event semacam ini seakan menjadi sebuah ajang beradu bagi tiap distro untuk menawarkan produk buatan masing-masing,saling berlomba untuk menjajakan barang dagangannya itu pada masyarakat luas, khususnya kaum remaja(yang notabene menjadi buruan utama para pengusaha distro tersebut).

Selain itu desain dan kualitas bahan baku menjadi satu alasan tersendiri bagi kaum remaja untuk lebih memilih produk distro ketimbang produk non-distro. Potongan-potongan harga yang di tawarkan pada event-event tersebut juga menjadi alasan lain dari kaum remaja untuk memburu produk-produk distro tersebut.

Tetapi,yang sangat di sayangkan adalah nasib pengusaha pakaian non-distro yang bisa di bilang menjadi sepi pelanggan.ini merupakan sebuah ironi ditengah hingar-bingar kemajuan mode di kota Yogyakarta khususnya.satu hal yang memang perlu mendapat perhatian lebih dan direnungkan oleh semua pihak.oleh karena itu,hal dilematis diatas menghadapkan dua pilihan pada kaum remaja, apakah akan mengikuti arus zaman dan menjadi korban kemajuan mode atau bersikap lebih rendah hati dan menanggalkan gengsi serta egonya dengan lebih memilih produk-produk non-distro.


Kejanggalan Dalam Dunia Pendidikan Indonesia

Dunia pendidikan di indonesia sekarang bisa di bilang sedang mengalami keguncangan dan ketimpangan dalam berbagai hal dan menimbulkan beberapa kejanggalan dari pendidikan itu sendiri yang membuat kita bertanya-tanya apa sebabnya sehingga terjadi yang demikian.dan bagaimana solusi atau penawar untuk menyelesaikan hal tersebut.
Mungkin bisa dimulai dengan menguraikan sebab dari kejanggalan yang terjadi dalam dunia pendidikan.faktor pertama yang bisa di angkat adalah dari sisi sang pengajar,perangkat penting dan pertama dalam sistem pendidikan kita.sejak kecil kita sudah diakrabkan pada idealisme bahwa pengajar(baca:guru) adalah sosok yang menjadi tauladan bagi murid-muridnya.sosok yang harus di gugu lan di tiru.apa yang para pengajar lakukan,ucapkan,perlihatkan dan ajarkan kemungkinan besar akan di tiru oleh para anak dididknya.seperti kata pepatah”guru kencing berdiri,murid kencing berlari.Namun,sekarang bisa kita lihat kinerja para pengajar di indonesia sekarang ini,bukannnya tambah disiplin dan rapi.malah makin semrawut,makin tinggi jenjang pendidikannya,malah cuek dan tidak menjunjung tinggi kedisiplinan waktu.tapi,mereka tak bisa disalahkan begitu saja,ini semua tidak lepas dari sikap pemerintah yang belum bisa memberikan apresiasi kepada para pengajar.lihat gaji para pengajar(guru negeri,guru honorer,termasuk dosen)jika dibandingkan dengan gaji para legislatif.bagai langit dan bumi.padahal pembentuk awal pemikiran manusia selain orangtua adalah guru.para anggaota legislatif pun tak akan jadi seperti itu tanpa peran para pengajar.pantas saja pendidikan indonesia seakan hanya sampai segitu saja.para pengajar sekarang seakan tidak ikhlas dan sepenuh hati dalam melaksanakan tugas yang di embannya.bagaimana tidak??karena selain mengajar mereka harus di pusingkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.ada apa dengan pendidikan di indonesia???.



Yang kedua tentunya dari orang-orang yang di ajar itu sendiri(murid,mahasiswa,dsb).bisa kita lihat realitanya di zaman sekarang ini bahwa orang-orang yang di ajar sendiri seakan-akan sudah tidak ada niat untuk di ajar.dalam KBM pun seperti itu.saat ulangan saling “kerja sama”.mereka lebih memen tingkan kuantitas(nilai) ketimbang kualitas (kemampuan diri).sungguh,inilah yang membuat pendidikan kita makin hari makin lesu.
Kejanggalan yang ketiga adalah dari sistem pendidikan yang di anut oleh indonesia sendiri.dari zaman ayah kita masih sekolah dulu sampai sekarang.banyak kurikulum baru yang tiap kuartal tertentu selalu di keluarkan.banyak alasan yang di pakai untuk membela tindakan itu pun berbeda-beda.intinya banyaklah,yang katanya lebih baik lebih berisi dan cocok di terapkan di indonesia.baru mencoba beradaptasi dengan satu kurikulum baru sudah di ganti dengan yang baru seperti KBK (2004) ke KTSP(2006).dan ini yang membuat pendidikan kita terlihat abstrak,tidak jelas arah dan tujuannnya.dan pada akhirnya membuat para pelajar berpikir untuk mendapat nilai memuaskan dengan cara apapun agar dianggap bisa beradaptasi.jadi, para pelajar di indonesia tidaklah harus selalu di salahkan.
Yang terakhir yang turut mewarnai pendidikan indonesia adalah dari budaya masyarakatnya akan pendidikan.tentang paradigma masyarakatnya yang mengganggap pendidikan sekarang sudah tidak terjangkau baik secara logika mauupun materi.orang sudah banyak memaklumkan bahwa biaya pendidikan kian tak tersentuh.banyak yang tidak peduli akan pentingnya pendidikan karena sudah jauh dari orientasi awalnya,yaitu mendidik.dunia pendidikan kini jadi ladang bisnis.jadi sebuah komoditi.
Mungkin tak masalah jika seluruh masyarakat indonesia punya sudut pandang dan semangat belajar seperti lintang dalam Laskar Pelangi tapi kenyataannnya kan tidak seperti itu,tidak seperti yang diharapkanhahh..sekarang kita hanya bisa menghela napas kemudian berusaha meng-upgrade dunia pendidikan di indonesia menjadi lebih baik dengan berbagi cara tentunya dengan jalan yang baik,benar,bijak,dan tidak anarki.